Berita Terkini
BOJONEGORO – Komitmen mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan kembali diperkuat melalui pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026. Program kolaboratif antara TNI, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, serta berbagai elemen masyarakat itu resmi dimulai pada Rabu (15/7/2026) melalui upacara pembukaan di Lapangan Desa Mlideg, Kecamatan Kedungadem.
Pembukaan TMMD dipimpin langsung Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan dihadiri jajaran Forkopimda, TNI-Polri, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Forkopimcam Kedungadem, para kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta organisasi kepemudaan.
Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, program ini menjadi salah satu strategi mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam membangun desa yang lebih maju.
Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar agenda pembangunan infrastruktur, tetapi juga upaya memperkuat semangat gotong royong dan partisipasi masyarakat dalam mendorong kemajuan desa.
Menurutnya, pembangunan yang melibatkan seluruh unsur masyarakat akan menghasilkan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan. Kehadiran TNI melalui TMMD juga dinilai mampu mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas daerah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“TMMD menjadi bagian penting dalam mempercepat terwujudnya desa-desa di Bojonegoro yang maju, mandiri, dan sejahtera,” ujar Setyo Wahono.
Sementara itu, Komandan Kodim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto selaku Komandan Satuan Tugas TMMD ke-129 menjelaskan bahwa kegiatan akan berlangsung selama 30 hari, mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026, dengan Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, sebagai lokasi utama pelaksanaan program.
Pelaksanaan TMMD mengacu pada Surat Telegram Pangdam V/Brawijaya Nomor ST/1055/2026, Surat Telegram Danrem 082/CPYJ Nomor ST/308/2026, serta kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Kodim 0813 Bojonegoro.
Selama pelaksanaan TMMD, berbagai sasaran pembangunan fisik akan direalisasikan, mulai dari rehabilitasi empat ruang kelas SDN Kesongo I, pembangunan jalan cor beton, pembangunan drainase, normalisasi saluran sungai afvoer, pembangunan satu unit sumur bor, hingga peningkatan kualitas sembilan unit Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH).
Tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, TMMD ke-129 juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik berupa penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat. Materi yang diberikan meliputi peningkatan kesadaran kesehatan, pelestarian lingkungan, penguatan ketahanan pangan, pengembangan usaha produktif, hingga peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi desa.
Menurut Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan TMMD karena manfaatnya tidak hanya dirasakan selama program berlangsung, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas hidup masyarakat.
Melalui semangat kemanunggalan TNI bersama rakyat, TMMD ke-129 diharapkan mampu menjadi penggerak percepatan pembangunan desa, memperkuat kebersamaan masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan warga di Kabupaten Bojonegoro secara berkelanjutan.