Skip to main content

DPRD Bojonegoro Apresiasi TMMD Ke-129, Dinilai Percepat Pembangunan Desa dan Perkuat Gotong Royong

BOJONEGORO – Pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Selain mempercepat pembangunan infrastruktur, program kolaborasi TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat itu dinilai mampu memperkuat semangat gotong royong serta mendorong pertumbuhan ekonomi di pedesaan.

Memasuki tahap awal pelaksanaan, sejumlah pekerjaan fisik mulai dikerjakan sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan. Program yang berlangsung selama 30 hari tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus kesejahteraan masyarakat.

Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro, Moch. Choirul Anam, menilai TMMD telah terbukti menjadi program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam setiap tahapan kegiatan menjadikan pembangunan lebih cepat, tepat sasaran, dan berdampak langsung bagi warga.

“TMMD merupakan program yang sangat efektif dalam mempercepat pembangunan desa. Selain membangun infrastruktur, kegiatan ini juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus menjaga budaya gotong royong yang menjadi kekuatan desa,” ujar Moch. Choirul Anam saat menghadiri pembukaan TMMD ke-129 di Kecamatan Kedungadem, Rabu (15/7/2026).

Ia menambahkan, kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi model pembangunan yang patut dipertahankan karena mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung, terutama di wilayah yang masih memerlukan percepatan pembangunan.

Menurutnya, kehadiran TMMD juga membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan pembangunan hingga ke pelosok desa. Dampaknya tidak hanya terlihat pada pembangunan fisik, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.

“Sinergi seperti ini harus terus dipertahankan karena memberikan manfaat yang luas, baik bagi pembangunan infrastruktur maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Choirul Anam berharap kerja sama lintas sektor yang telah terbangun melalui TMMD tidak berhenti setelah program selesai. Ia mendorong seluruh elemen untuk terus menjaga semangat kebersamaan agar hasil pembangunan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari rampungnya proyek fisik, tetapi juga dari kemampuan program tersebut menciptakan perubahan sosial, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan mempercepat kemajuan desa.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat sebagai fondasi pembangunan yang berkesinambungan.

“Dengan kebersamaan dan sinergi yang terus terjaga, pembangunan desa akan berjalan lebih cepat, merata, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Program TMMD ke-129 di Kabupaten Bojonegoro dipusatkan di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, dan berlangsung mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Selain pembangunan infrastruktur seperti jalan, drainase, rehabilitasi ruang kelas sekolah, normalisasi saluran air, dan peningkatan rumah layak huni, program ini juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik berupa penyuluhan kesehatan, wawasan kebangsaan, ketahanan pangan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun desa yang lebih maju dan mandiri.

  • rica store

Berita Terkini