Skip to main content

Kebangkitan RSUD HD Manna: Surplus Rp 2 Miliar dan Kepastian Nasib Tenaga Medis di Era Rifai-Yevri

RSUD HD Manna
RSUD HD Manna

MANNA, BENGKULU SELATAN – Perubahan besar tengah terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hasanuddin Damrah Manna. Di bawah kepemimpinan Bupati Rifai Tajudin dan Wakil Bupati Yevri Sudianto, rumah sakit yang sebelumnya disebut "hampir hancur" karena manajemen yang carut-marut, kini berhasil mencatatkan surplus pendapatan sebesar Rp 2 Miliar pada akhir tahun 2025.

Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Yevri Sudianto, mengungkapkan bahwa surplus ini merupakan buah dari efisiensi ketat dan pembenahan sistem yang dilakukan sejak Juni 2025. Namun, ia menegaskan bahwa dana tersebut tidak akan disimpan, melainkan langsung digunakan untuk menyelesaikan "dosa masa lalu" rumah sakit.

Uang surplus Rp 2 Miliar tersebut tidak didiamkan dalam kas, melainkan langsung dialokasikan untuk dua kebutuhan mendesak, yaitu digunakan untuk membayar tunggakan kepada suplier obat-obatan agar stok di apotek rumah sakit tetap stabil.

Lalu yang kedua Digunakan untuk melunasi hak-hak tenaga medis (dokter, perawat, dan bidan) yang sempat tertunda akibat krisis keuangan di manajemen sebelumnya.

"Kami tidak ingin lagi ada cerita obat kosong atau hak nakes yang terabaikan. Surplus ini adalah bukti bahwa dengan manajemen yang sehat, rumah sakit ini bisa memberikan dampak positif bagi daerah," ujar Wabup Yevri.

Sementara menatap tahun 2026, komitmen pemerintah daerah terhadap kesejahteraan tenaga medis semakin diperkuat. Bupati Rifai Tajudin memastikan bahwa status para tenaga non-ASN yang kini beralih menjadi PPPK Paruh Waktu akan mendapatkan jaminan penganggaran.

Meski telah bertugas sejak awal tahun, gaji bagi para tenaga paruh waktu di RSUD akan dianggarkan secara resmi melalui APBD Perubahan 2026. Skema ini diambil guna memastikan seluruh hak tenaga medis terbayarkan secara tepat waktu tanpa mengganggu stabilitas fiskal daerah.

"Tahun 2026 adalah tahun penguatan. Kita pastikan operasional RSUD sehat dengan mencicil utang, dan di saat yang sama, kesejahteraan tenaga paruh waktu kita amankan lewat APBD Perubahan. Ini adalah janji kami untuk pelayanan kesehatan yang lebih manusiawi di Bengkulu Selatan," tegas Bupati Rifai.

Dengan manajemen yang kian solid dan kepastian nasib bagi para nakes, RSUD HD Manna optimis dapat kembali menjadi pusat rujukan kesehatan yang membanggakan bagi masyarakat Bumi Sekundang Setungguan. (Beb)

  • rica store

Berita Terkini