Berita Terkini
PR - Program Koperasi Desa Merah Putih mendapat dukungan dari DPRD Bengkulu Tengah. Keberadaannya dinilai dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM).
Anggota DPRD Bengkulu Tengah Arsyad Hamzah menyampaikan bahwa koperasi memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memperoleh akses permodalan, pemasaran, hingga pengembangan usaha secara berkelanjutan. Menurutnya, program Koperasi Merah Putih diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan di berbagai daerah.
“Keberadaan koperasi ini sangat positif karena dapat membantu masyarakat meningkatkan taraf ekonomi. Kami mendukung penuh program yang berpihak kepada pelaku usaha kecil dan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berharap pengelolaan koperasi dilakukan secara profesional dan transparan agar manfaatnya benar-benar dirasakan anggota serta masyarakat luas. Selain itu, pemerintah daerah diminta aktif melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap koperasi yang berjalan.
Program Koperasi Merah Putih sendiri disebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha bersama dengan semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi. Dengan dukungan berbagai pihak, koperasi tersebut diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain fokus pada penguatan ekonomi, koperasi juga dinilai dapat mempererat solidaritas sosial antar anggota melalui sistem usaha bersama yang berlandaskan asas kekeluargaan.
DPRD pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program koperasi sebagai sarana meningkatkan produktivitas usaha dan memperkuat ekonomi keluarga di tengah tantangan ekonomi saat ini.
Sabtu (16/5/2026), DPRD Bengkulu Tengah mengikuti peresmian operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) se-Indonesia yang dilaksanakan secara virtual di Desa Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah. Program nasional tersebut dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur dan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia.
Peluncuran ribuan koperasi desa ini menjadi salah satu langkah strategi pemerintah pusat dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa. Kehadiran KDKMP diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat distribusi pangan dan kebutuhan pokok hingga ke tingkat desa.
Dalam laporan kepada Presiden RI, Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia menyampaikan bahwa hingga pertengahan Mei 2026 sebanyak 9.294 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah selesai dibangun di berbagai daerah di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.061 koperasi dinyatakan siap beroperasi dan diresmikan secara serentak pada hari ini.
Pemerintah pusat sendiri menargetkan sebanyak 30 ribu koperasi desa dapat selesai dan beroperasi hingga 16 Agustus 2026 mendatang. Program tersebut menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa sekaligus meningkatkan ketahanan pangan nasional.
Presiden Republik Indonesia dalam berbagai hal menegaskan bahwa keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan mampu membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Selain itu, koperasi juga diharapkan mampu memotong rantai distribusi yang selama ini menyebabkan harga kebutuhan pangan menjadi tinggi di tingkat masyarakat.
“Melalui koperasi ini, masyarakat desa diharapkan mendapatkan akses terhadap barang bersubsidi sesuai harga acuan pemerintah. Selain itu, rantai pasok pangan menjadi lebih pendek sehingga harga lebih stabil dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” ujar Presiden dalam Berbagainya secara virtual.
Presiden juga menekankan bahwa koperasi harus menjadi motor penggerak perekonomian desa dan mampu menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat. Menurutnya, penguatan ekonomi dari desa menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang merata.
Ke depan, keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan tidak hanya menjadi tempat pendistribusian kebutuhan pokok, tetapi juga berkembang menjadi pusat usaha masyarakat desa yang produktif dan berkelanjutan. (ADV)