Berita Terkini
Penarafflesia.com - Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu, mengajak media massa untuk berperan aktif dalam membimbing masyarakat menuju kematangan demokrasi. Dalam sebuah dialog dengan Forum Merdeka Barat 9, Ninik Rahayu menekankan peran kunci media dalam membantu masyarakat menyikapi informasi politik selama Pemilu 2024.
Ninik Rahayu mengungkapkan, "Kita mengamati bahwa masyarakat kini semakin cerdas dalam menyaring informasi, terutama di era digital ini. Oleh karena itu, media memiliki tanggung jawab besar untuk membantu mengarahkan masyarakat agar dapat berdemokrasi secara dewasa."
Dalam dialog tersebut, Ninik Rahayu menjelaskan bahwa masyarakat cenderung memilih media mainstream yang telah teruji dan aktual, sebagai bentuk kecerdasan dalam memilih sumber informasi. "Ketika informasi yang tidak jelas tersebar di internet, masyarakat kembali ke media mainstream sebagai acuan utama," tambahnya.
Dewan Pers juga memberikan apresiasi terhadap media massa yang lahir di era digitalisasi, meskipun mengakui potensi risiko penyebaran berita bohong. Namun, Dewan Pers percaya bahwa media mainstream baru tersebut dapat berperan dalam memperbaiki alur informasi yang tidak benar di media sosial.
Wakil Menteri Kominfo Nezar Patria turut memberikan pandangan terkait peran wartawan dalam menjaga independensi media. Nezar Patria menekankan perlunya wartawan untuk dapat menyaring dan mengolah informasi secara obyektif, terutama saat terlibat dalam liputan politik.
"Ketika seorang wartawan memiliki hubungan emosional dengan salah satu Caleg/Capres-Cawapres, langkah yang harus diambil adalah mendiskreditkan diri dalam ranah redaksional. Pimpinan redaksi dapat menugaskan wartawan lain untuk memastikan netralitas dalam peliputan berita politik dan Pemilu," ujar Nezar Patria.
Dewan Pers berharap, dengan sinergi antara media, Dewan Pers, dan pemerintah, masyarakat Indonesia dapat lebih dewasa dalam menyikapi proses demokrasi, terutama menjelang Pemilu 2024.
Pewarta : Muh
Editor : Yusuf