Skip to main content

Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Jonaidi SP Ajak Mahasiswa dan Elemen Cermati Isu Lokal

Jonaidi, saat menjadi narasumber Dialog Publik Konsolidasi Demokrasi, Refleksi 25 Tahun Reformasi yang digelar oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu, di Auditorium UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Sabtu (20/5/2023).
Jonaidi, saat menjadi narasumber Dialog Publik Konsolidasi Demokrasi, Refleksi 25 Tahun Reformasi yang digelar oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu, di Auditorium UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Sabtu (20/5/2023).

Penarafflesia.com - Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Jonaidi SP mengajak mahasiswa dan elemen organisasi intra dan ekstra kampus di Bengkulu, untuk mencermati isu-isu lokal di Bengkulu sebagai bahan advokasi terhadap masyarakat. Saat ini, kata Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu ini, banyak aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa lokal di Bengkulu fokus pada isu-isu nasional, namun meninggalkan isu lokal yang lebih bersinggungan dengan kepentingan rakyat secara langsung.

"Banyak sekali isu-isu lokal yang layak dicermati mahasiswa sebagai bahan advokasi ataupun bahan untuk berdemonstrasi. Jangan hanya demo soal isu nasional saja, tapi mulailah juga mengadvokasi isu-isu lokal yang bersinggungan langsung dengan kepentingan masyarakat," ujar Jonaidi, saat menjadi narasumber Dialog Publik Konsolidasi Demokrasi, Refleksi 25 Tahun Reformasi yang digelar oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu, di Auditorium UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Sabtu (20/5/2023).

Dikatakan Jonaidi, dirinya berharap mahasiswa mampu membaca isu-isu kerakyatan dan mengajak rakyat untuk berjuang bersama-sama. 

"Ajak rakyat untuk berjuang bersama-sama," kata Jonaidi.

Dalam diskusi publik tersebut, Dema UIN FS Bengkulu menghadirkan 3 narasumber, yakni Jonaidi SP selaku Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu, yang juga mantan aktifis GMNI, Wibowo Susilo Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bengkulu, dan M Ilham Gilang selaku akademisi dan mantan aktifis PMII.

Kegiatan diskusi publik dibuka oleh Wakil Rektor III UIN FS Bengkulu Dr. Fatimah Yunus dan dihadiri sekitar 150 mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Bengkulu.

Ketua Dema UIN FS Bengkulu Rido Harjuni mengatakan, kegiatan diskusi publik sengaja mengangkat tema refleksi 25 tahun reformasi sebagai pengingat bagi mahasiswa, bahwa sejarah mencatat peran besar mahasiswa dalam melawan dan menumbangkan rezim otoriter. 

Selain itu, Rido berharap semangat reformasi dapat terus terwariskan kepada generasi muda. (Adv/Red)

Jonaidi SP dIKSUSI

  • rica store

Berita Terkini