Skip to main content

Indeks Pendidikan Meningkat, Dodi Martian Ingatkan Pemerataan Guru dan Infrastruktur

Bengkulu - Wakil Ketua II DPRD Bengkulu Selatan, Dodi Martian, S.Hut., MM, mengapresiasi peningkatan indeks pendidikan di Kabupaten Bengkulu Selatan yang dinilai sebagai hasil sinergi berbagai pihak.

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari peran Dinas Pendidikan, para guru, tenaga kependidikan, orang tua, hingga siswa yang telah bekerja sama secara optimal.

“Kita tentu mengapresiasi peningkatan ini. Kolaborasi semua pihak menjadi kunci utama dalam mendorong kemajuan pendidikan di daerah,” ujar Dodi.

Ia juga mendorong pemerintah daerah, khususnya Bupati Bengkulu Selatan, untuk terus melakukan pengawasan dan pembinaan agar tren positif tersebut dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan.

DPRD, lanjutnya, siap memberikan dukungan melalui kebijakan maupun penganggaran demi memastikan manfaat peningkatan indeks pendidikan dirasakan langsung oleh masyarakat.

“DPRD akan mendukung dari sisi regulasi dan anggaran agar hasilnya benar-benar berdampak luas,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.

Namun demikian, Dodi mengingatkan agar peningkatan indeks pendidikan tidak mengabaikan kondisi sarana dan prasarana. Ia menilai infrastruktur pendidikan tetap harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Jangan sampai indeks naik, tapi gedung sekolah, laboratorium, atau fasilitas lainnya justru tidak layak. Ini akan memengaruhi kenyamanan dan kualitas belajar,” katanya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pemerataan distribusi tenaga pendidik, terutama antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

“Penempatan guru harus merata agar tidak terjadi kesenjangan kualitas pendidikan antara kota dan desa,” tambahnya.

Disisi lain, Dodi menilai masih tingginya angka putus sekolah dan kenakalan remaja sebagai persoalan yang harus segera ditangani secara serius.

Waka II DPRD BS ini mengusulkan langkah konkret seperti program orang tua asuh bagi anak putus sekolah, serta peningkatan pembinaan keagamaan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk lembaga keagamaan.

“Pembinaan bisa melibatkan MUI dan Kementerian Agama agar anak-anak mendapatkan pendampingan yang lebih baik,” tutupnya. (*)

  • rica store

Berita Terkini