Skip to main content

Program Ketahanan Pangan Masih Jadi Pembicaraan Hangat Warga

Penarafflesia.com, Mukomuko - Warga Desa Sumber Sari, Kecamatan Air Dikit, Kabupaten Mukomuko, menyatakan sikap kecewa terhadap Pemerintah Desa, adapun kekecewaan yang jadi sorotan masyarakat terkait program ketahanan pangan 2022 yang diduga gagal total. Adapun secara teknis pihak pemdes juga tidak melibatkan Badan permusyawaratan Desa (BPD) serta tidak adanya pembentukan Pelaksana Kegiatan (PK) dalam program yang menelan anggaran ratusan Juta tersebut, 

Disampaikan mantan BPD Desa Sumber Sari, Andi Hakim Nasution, dirinya cuma menandatangani APBDes, untuk jalannya program itu dirinya tidak pernah dilibatkan, dan pada waktu itu juga pengujung waktu dirinya menjabat sebagai ketua BPD.

"Benar waktu itu saya ketua BPD, pada saat program ketahanan pangan Desa Sumber Sari, saya hanya sebatas penandatanganan APBDes, untuk program nya di bidang apa saya tidak mengetahui, dan berapa kelompokpun saya juga tidak mengetahui, karna pada saat itu belum dilakukan musyawarah dan pembentukan Pelaksana Kegiatan, waktu itu juga sibuk - sibuknya pertukaran BPD," sampai Andi 

Lanjut Andi, kami sebagai masyarakat sangat kecewa dengan program ketahanan pangan yang di kelola Pemdes Sumber Sari, karna program tersebut tidak ada hasil.

"Pastinya kalau soal ketahanan pangan saya sebagai masyarakat sangat kecewa, apa lagi saya mantan BPD sebelumnya, dan juga pada saat itu saya juga udah wanti - wanti sama BPD yang baru, agar program ketahanan pangan itu kelompoknya tidak jelas dan pembagian hasilnya tidak jelas, lebih baik tidak dilaksanakan dan di Silpa kan," pungkasnya

Terpisah Ketua BPD yang Aktif, Nurman Aman, mengatakan bahwa dirinya saat dilantik program ketahan pangan sudah berjalan, dan sudah pelepasan benih bibit ikan ke kolam, untuk program tersebut dirinya tidak mengetahui, karna tidak ada kita dilibatkan dalam musyawarah di program ketahanan pangan.

"Saat kami dilantik sebagai BPD, program ketahanan pangan itu udah berjalan, dan kalau masalah pelaksana kegiatan memang gak ada, dan secara admistrasi juga gak ada laporan dari kelompok dan dari pihak pemdes" tutup Nurman. (Surya)

  • rica store

Berita Terkini