Berita Terkini
Penarafflesia.com - Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Jonaidi SP mengajak mahasiswa untuk berkarya nyata mengisi era reformasi. Saat ini, kata Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu ini, tantangan zaman begitu kompleks, sehingga dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang siap pakai, produktif.
"Banyak mahasiswa saat menjadi aktifis lupa menempa diri dengan skill, sehingga saat selesai kuliah, kebingungan menghadapi dunia kerja. Oleh karena itu, sejak sekarang mahasiswa harus melatih skillnya sendiri," ujar Jonaidi, saat menjadi narasumber Dialog Publik Konsolidasi Demokrasi, Refleksi 25 Tahun Reformasi yang digelar oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu, di Auditorium UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Sabtu (20/5/2023).
Dikatakan Jonaidi, dirinya mengajak mahasiswa selain kuliah untuk menempa skill, salah satunya melalui berorganisasi.
"Berorganisasi juga merupakan cara melatih skill. Dengan berorganisasi, kita akan mendapatkan beberapa skill diluar kemampuan akademik yang kita pelajari di kampus," kata Jonaidi.
Dalam diskusi publik tersebut, Dema UIN FS Bengkulu menghadirkan 3 narasumber, yakni Jonaidi SP selaku Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu, yang juga mantan aktifis GMNI, Wibowo Susilo Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bengkulu, dan M Ilham Gilang selaku akademisi dan mantan aktifis PMII.
Kegiatan diskusi publik dibuka oleh Wakil Rektor III UIN FS Bengkulu Dr. Fatimah Yunus dan dihadiri sekitar 150 mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Bengkulu.
Ketua Dema UIN FS Bengkulu Rido Harjuni mengatakan, kegiatan diskusi publik sengaja mengangkat tema refleksi 25 tahun reformasi sebagai pengingat bagi mahasiswa, bahwa sejarah mencatat peran besar mahasiswa dalam melawan dan menumbangkan rezim otoriter.
Selain itu, Rido berharap semangat reformasi dapat terus terwariskan kepada generasi muda. (Adv.Red)
