Berita Terkini
Penarafflesia.com - Sanggar Wahyu Turonggo Mudo Desa Belitar Seberang, Sindang Kelingi, terus mengembangkan seni kuda kepang dengan konsistensi yang tinggi.
"Kelompok Wahyu Turonggo Mudo ini didirikan oleh almarhum Mudalil. Saat ini, saya sebagai ketua merupakan generasi kedua dengan 40 anggota," ungkap Siono, Ketua Sanggar Wahyu Turonggo Mudo.
Kelompok kuda kepang ini, sambung Siono, tidak hanya tampil dalam acara hajatan warga desa tetapi juga aktif di luar desa. Mereka sering tampil dalam berbagai acara, termasuk menyambut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, pada 28 Agustus 2022, di SPN Polda Bengkulu.
Untuk memeriahkan Festival Bhumi Belirang 2023, Sanggar Kuda Kepang Wahyu Turonggo Mudo juga menampilkan tari kolosal berjudul ‘’The Wonderful Of Belirang’’.
"Tari ini melibatkan sekitar 40 pendukung, dari para sesepuh desa hingga anak-anak dan remaja. Proses pembuatan tari ini melibatkan ide cerita, penataan gerak, komposisi tari, dan pengaturan musik gamelan pendukungnya," jelas Siono.
Tari kolosal ini, lanjut Siono, mengisahkan perjuangan para sesepuh Belitar, Jawa Timur, yang masuk ke wilayah Belitar Seberang pada tahun 1932. Mereka berusaha membuka hutan untuk dijadikan lahan pertanian dan permukiman Desa Belitar.
"Saat membuka hutan, para sesepuh dan anak-anak mereka diserang oleh binatang buas seperti harimau, babi, dan monyet, serta gangguan dari makhluk raksasa atau buto. Namun, berkat ketangguhan kesatria, mereka berhasil mengendalikan semua binatang buas dan buto yang mengganggu. Perdamaian antara sesepuh, buto, dan binatang buas tersebut disambut dengan sukacita oleh seluruh warga, dan para ibu-ibu pun merayakannya dengan menumbuk padi untuk membuat makanan pesta," cerita Siono.
Pewarta : Rahman
Editor : Oki