Berita Terkini
Penarafflesia.com - Seluruh desa wisata di Bengkulu harus melakukan pengembangan dan pemasaran secara maksimal, mengingat desa wisata memiliki nilai lebih yang dapat menarik perhatian, dan meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun nasional.
Tak hanya menawarkan keindahan alam yang memesona, hampir seluruh desa wisata di Bengkulu memiliki tradisi, budaya, hingga kuliner yang dapat menjadi daya tarik wisata. Itulah mengapa, desa wisata sangat potensial dalam memperkenalkan Bengkulu lebih jauh.
Supaya potensi desa wisata di Bengkulu makin dikenal seluruh wisatawan domestik dan luar negeri, tentu dibutuhkan strategi promosi yang tepat.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu Karmawanto menekankan, ada empat hal yang harus dipersiapkan oleh seluruh pengelola desa wisata dalam memasarkan destinasi wisata dan ekonomi kreatif kepada wisatawan.
Empat pilar yang dibutuhkan untuk mempromosikan desa wisata adalah 4P, yaitu Product (produk), Place (tempat), Price (harga), serta Promotion (promosi). Lantas, bagaimana penerapan 4P dalam mempromosikan desa wisata?
Pertama, produk yang ditawarkan oleh setiap desa wisata harus memiliki kualitas yang baik. Produk wisata tersebut harus autentik dan mengarah pada pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.
"Tujuannya agar bisa memberikan nilai tambah pada desa wisata, sehingga menciptakan pengalaman berwisata yang tak terlupakan," kata dia.
Pilar kedua adalah memiliki daya tarik atau karakter yang luar biasa dan memiliki karakteristik atau diferensiasi yang kuat. Minimal, setiap desa wisata memiliki konsep dan ciri khas yang mudah diingat wisatawan yang berkunjung.
Dalam mempromosikan desa wisata merujuk pada kebutuhan atau kekuatan daya beli wisatawan. Pelaku pariwisata harus bisa menentukan harga yang tepat, agar wisatawan tertarik membeli produk ekonomi kreatif dari desa wisata, seperti halnya cinderamata.
Penentuan harga menjadi unsur yang sangat krusial. Harga yang terlalu mahal bisa menyebabkan wisatawan hanya sekadar berkunjung dan lihat-lihat, tanpa membeli. Akibatnya, tidak ada transaksi yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Terakhir adalah promosi. Pelaku pariwisata harus bisa memanfaatkan media sosial dengan baik sebagai media promosi gratis. Baik membuat konten-konten menarik melalui Instagram, Facebook, Twitter, maupun TikTok.
Selain itu, seluruh desa wisata harus berkolaborasi dengan banyak pihak, sehingga mampu mengajak banyak orang datang ke desa wisata tersebut.
"Dengan menerapkan 4 pilar pemasaran tersebut, diharapkan potensi desa wisata di Indonesia dapat lebih banyak menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara," pungkasnya.