Berita Terkini
Penarafflesia.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengumumkan keputusan pemerintah Indonesia untuk menaikkan subsidi dalam program konversi sepeda motor konvensional ke listrik menjadi Rp10 juta, meningkat dari Rp7 juta sebelumnya. Langkah ini diambil untuk merangsang minat masyarakat dalam beralih dari sepeda motor berbahan bakar minyak menjadi sepeda motor listrik.
"Dalam upaya mendorong pencapaian target konversi sepeda motor listrik, pemerintah memutuskan menaikkan bantuan program konversi motor listrik menjadi Rp10 juta," ungkap Direktur Konservasi Energi, Gigih Udi Atmo, dalam keterangan resmi pada Jumat, 29 Desember 2023.
Perubahan nilai bantuan ini diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 13 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri ESDM Nomor 3 Tahun 2023 tentang Pedoman Umum Bantuan Pemerintah Dalam Program Konversi Sepeda Motor dengan Penggerak Motor Bakar menjadi Sepeda Motor Listrik Berbasis Baterai.
Gigih juga menyampaikan bahwa, selain peningkatan nilai bantuan, penerima bantuan sekarang tidak hanya terbatas pada individu, melainkan juga melibatkan kelompok masyarakat atau swadaya masyarakat, serta lembaga pemerintah atau lembaga non-pemerintah, sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Keuangan.
"Peraturan baru ini juga menghapus batasan kubikasi sepeda motor dengan penggerak motor bakar, mengikuti regulasi dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 39 Tahun 2023 tentang Konversi Sepeda Motor dengan Penggerak Motor Bakar Menjadi Sepeda Motor Listrik Berbasis Baterai," tambahnya.
Pemerintah juga menetapkan bahwa penerima bantuan yang belum menerima pembayaran potongan biaya konversi pada saat perubahan peraturan berlaku akan menerima potongan biaya konversi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Dengan beberapa perubahan aturan yang memberikan kemudahan bagi banyak pihak, diharapkan minat masyarakat terhadap program konversi sepeda motor listrik semakin meningkat. Dukungan masyarakat sangat penting dalam mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai menuju emisi nol karbon," pungkas Gigih.
Program konversi sepeda motor listrik ini tidak hanya bertujuan untuk menekan polusi kendaraan dan mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM), tetapi juga diharapkan dapat membantu masyarakat menghemat pengeluaran biaya bahan bakar hingga 80%. Selain itu, program ini dianggap dapat menciptakan lapangan kerja baru, mengembangkan industri komponen lokal, dan meningkatkan bisnis pembiayaan dan leasing motor listrik.
Editor : Yusuf