Berita Terkini
Penarafflesia.com - Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Sumardi, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi atlet di Bengkulu yang masih belum mampu bersaing secara nasional. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh kurangnya perhatian yang diberikan oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bengkulu serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
"Kondisi atlet di Bengkulu belum berkembang secara nasional karena kurangnya fokus dan perhatian dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bengkulu serta KONI. Anggaran yang disediakan untuk pembinaan bibit-bibit olahraga juga masih belum memadai," ujar Sumardi.
DPRD Provinsi Bengkulu sebelumnya telah memanggil instansi terkait untuk membahas masalah ini. Namun, pelaksanaannya masih belum optimal.

"Saat ini DPRD hanya dapat mengawasi penggunaan anggaran, sedangkan tindakan tegas hanya bisa dilakukan oleh pemerintah daerah seperti Gubernur dan kepala daerah," tambahnya.
Sumardi menegaskan bahwa anggaran yang seharusnya digunakan untuk pembinaan cabang olahraga tertentu seringkali disalahgunakan. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang keberadaan dana yang seharusnya digunakan untuk pengembangan olahraga.
"Dengan adanya rotasi tugas dari Gubernur, kami berharap Dinas Kepemudaan dan Olahraga dapat lebih fokus pada pembinaan atlet lokal di Bengkulu. Rotasi jabatan menjadi langkah penting untuk memastikan kinerja dinas tersebut," ungkap Sumardi.
Sumardi menegaskan bahwa kritik yang disampaikan adalah upaya untuk memperbaiki sistem dan memastikan bahwa pembinaan atlet di Bengkulu dapat berjalan dengan baik. (Adv)