Skip to main content

Cincin Tak Bisa Dilepas, Dua Warga Bengkulu Selatan Minta Bantuan Petugas Penyelamat

Dua orang warga Kabupaten Bengkulu Selatan hari ini terpaksa harus meminta pertolongan kepada Damkar Bengkulu Selatan lantaran kedua orang tersebut tidak bisa lagi melepaskan sebuah cincin yang telah melingkar dan mengikat jemarinya tersebut.
Dua orang warga Kabupaten Bengkulu Selatan hari ini terpaksa harus meminta pertolongan kepada Damkar Bengkulu Selatan lantaran kedua orang tersebut tidak bisa lagi melepaskan sebuah cincin yang telah melingkar dan mengikat jemarinya tersebut.

Penarafflesia.com, Bengkulu Selatan - Dua orang warga Kabupaten Bengkulu Selatan hari ini terpaksa harus meminta pertolongan kepada Damkar Bengkulu Selatan lantaran kedua orang tersebut tidak bisa lagi melepaskan sebuah cincin yang telah melingkar dan mengikat jemarinya tersebut.

Peristiwa ini dialami Dua warga Kecamatan Kota Manna yakni Muhammad Fakhri (24) dan Yunita (45).

Cincin keduanya sudah tidak bisa lagi dilepas karena sudah menjepit jari. Parahnya lagi, cincin itu menyebabkan jari kedua warga Kecamatan Kota Manna itu terluka.

Keduanya terpaksa meminta bantuan petugas penyelamat Dinas Satpol PP dan Damkar Bengkulu Selatan, Kamis (31/9) sekitar pukul 19.05 WIB untuk meminta bantuan melepas cincin tersebut.

Khusus Muhammad Fakhri, cincin logam menjepit jari telunjuk sebelah kiri. Sementara Yunita, cincin menjepit jari manis sebelah kiri.

Didampingi keluarganya, Yunita dan Muhammad Fakhri langsung menjalani operasi dengan penuh kehati-hatian.

Petugas damkar unit rescue melakukan pemotongan cincin dengan mini gerinder dimulai pukul 19.15 WIB hingga pukul 20.00 WIB.

“Dua warga Kota Manna ini mengalami keluhan terjepit cincin. Keduanya datang ke pos kami untuk meminta bantuan pelepasan cincin.

Dari tangan keduanya memang terjadi iritasi dan pembengkakan,” ujar Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar BS, Erwin Muchsin, S.Sos.

Dijelaskan Erwin, untuk jari manis Yunita, petugas sempat kesulitan memotong cincin logam.

Lantaran cincin hampir menjepit sampai ke tulang. Tak hanya itu, Yunita yang terus merasa kesakitan juga membuat petugas harus lebih waspada menjalankan mata mini gerinder.

Sementara Muhammad Fakhri, pelepasan cincin lebih mudah dilakukan karena bagian cincin tidak terlalu dalam menjepit jari telunjuknya.

“Yunita ini iseng memakai cincin logam. Karena senang, cincin ini tidak dilepas selama setahun. Akibatnya cincin menjepit jari dan membuatnya kesakitan. Tapi berkat kesabaran petugas, cincin tersebut bisa dilepas,” katanya.

Setelah proses operasi dilaksanakan, Erwin menyebut keduanya langsung diizinkan pulang. Tak hanya itu, keduanya diarahkan untuk berobat ke rumah sakit terutama suntik anti tetanus dan pengobatan iritasi.

“Kita tidak tahu ada zat beracun atau tidak di cincin logam yang sudah berkarat. Makanya langkah terbaik keduanya kami minta berobat ke rumah sakit. Sebab kami hanya bisa membantu sebatas proses pelepasan saja,” demikian Erwin.

 

Editor: Fatmala

  • rica store

Berita Terkini