Berita Terkini
Penarafflesia.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bengkulu mengimbau masyarakat di daerah ini untuk waspada bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor dan angin kencang.
Hal ini mengingat daerah Provinsi Bengkulu memasuki musim hujan pada September hingga Desember 2023 mendatang sehingga pasca anomali cuaca dari El Nino ke musim penghujan dapat memicu bencana hidrometeorologi.
"Masyarakat Bengkulu waspadai bencana hidrometeorologi karena sejumlah wilayah berpotensi terjadi hujan yang meningkat pada September hingga Desember 2023," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Fatmawati Bengkulu Tri Widiarto, Selasa (29/8/23).
Sejumlah wilayah di Bengkulu diperkirakan terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang disertai dengan petir dan angin kencang meliputi Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Rejang Lebong.
Ia menyebutkan, curah hujan yang terjadi di wilayah Bengkulu disebabkan karena adanya belokan dan perlambatan kecepatan angin, kelembapan udara yang cukup basah di lapisan hingga atas.
Serta adanya labilitas udara yang cukup signifikan menyebabkan adanya potensi pembentukan awan hujan di wilayah Provinsi Bengkulu.
Sementara itu, terkait dengan dampak El Nino, menurut Tri, Provinsi Bengkulu masuk dalam wilayah hujan sepanjang tahun sebab berada di garis equator, meskipun saat ini tingkat curah hujan berkurang.
"Untuk kekeringan masih di bawah normal sebab masih terjadi hujan dan beberapa wilayah terjadi banjir beberapa waktu lalu seperti di Kabupaten Mukomuko, Kabupaten Kepahiang serta wilayah lainnya," ujar dia.
Sementara itu, BMKG Stasiun Klimatologi Pulau Baai Bengkulu mengimbau masyarakat khususnya nelayan untuk waspada terhadap cuaca ekstrem angin kencang di wilayah Provinsi Bengkulu yang mencapai 21 knots.
Selain waspada angin kencang, nelayan juga diimbau waspada terhadap gelombang dengan ketinggian mencapai empat meter yang terjadi di sekitar perairan laut Bengkulu.
"Untuk masyarakat Bengkulu diimbau agar tetap waspada terhadap potensi angin kencang yang terjadi di sepanjang pesisir Bengkulu dan gelombang laut yang tinggi," jelas Tri.