Berita Terkini
Penarafflesia.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Pulau Baai Bengkulu mengeluarkan imbauan kepada warga di sembilan wilayah Bengkulu agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama musim penghujan.
Kepala Stasiun Meteorologi Pulau Baai Bengkulu, Klaus Johannes Apoh Damanik, menyampaikan pesan tersebut, menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi banjir, tanah longsor, angin kencang, dan ancaman lainnya yang dapat terjadi akibat hujan lebat dan lama.
Sembilan wilayah yang perlu waspada terhadap hujan intensitas ringan hingga lebat, petir, dan angin kencang adalah Mukomuko, Bengkulu Utara, Lebong, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Tengah, Seluma, Bengkulu Selatan, dan Kaur.
Damanik menjelaskan bahwa kondisi ini disebabkan oleh perlambatan kecepatan dan belokan angin di wilayah Bengkulu. Kelembapan udara yang tinggi di lapisan bawah hingga menengah, bersama dengan udara yang labil, dapat memicu pembentukan awan hujan di beberapa wilayah di Provinsi Bengkulu.
Terlebih dahulu, Damanik mencatat fenomena unik di mana ikan naik ke permukaan laut. Dia menyebut bahwa perubahan suhu di dasar laut menjadi penyebabnya.
"Kalau dari sisi iklim, hasil dari pengamatan kita kemungkinan terjadi pendinginan suhu di dasar laut. Artinya ikan akan mencari suhu yang lebih hangat, ketika di dasar laut dingin, maka dia akan keluar atau naik ke permukaan," jelas Damanik.
Fenomena ikan ini telah terjadi dalam beberapa minggu terakhir dan diperkirakan akan berlangsung hingga pertengahan Desember. Puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Januari - Februari 2024, ditandai dengan peralihan Monsun Australia menjadi Monsun Asia.
Pewarta : Fatmala
Editor : Oki