Skip to main content

38 Mediator dan Arbiter Dilantik oleh Presiden DSI di Fakultas Hukum UNIB: Meningkatkan Penyelesaian Sengketa di Indonesia

Pelantikan 38 Mediator dan Arbiter oleh Presiden DSI Prof. Sabela Gayo di Fakultas Hukum UNIB, Menghadirkan Pejabat Universitas dan Pemerintah Daerah, 24 Januari 2023 (FOTO: HUmas UNIB)
Pelantikan 38 Mediator dan Arbiter oleh Presiden DSI Prof. Sabela Gayo di Fakultas Hukum UNIB, Menghadirkan Pejabat Universitas dan Pemerintah Daerah, 24 Januari 2023 (FOTO: HUmas UNIB)

KOTA BENGKULU, Penarafflesia.com - Presiden Dewan Sengketa Indonesia (DSI), Prof. Sabela Gayo, melantik 38 Mediator dan Arbiter baru di Fakultas Hukum Universitas Bengkulu. Acara pelantikan yang berlangsung di ruang internasional 1 Dekanat Fakultas Hukum UNIB pada Rabu (24/1/2023), dihadiri oleh pejabat universitas, pemerintah daerah, dan perwakilan dari instansi penegak hukum.

Pada acara ini, para mediator dan arbiter yang baru dilantik juga berpartisipasi dalam penandatanganan Fakta Integritas, sejalan dengan ketentuan DSI. Dr. Edra Satmaidi, S.H, M.Hum, Wakil Dekan II Bidang Sumber Daya Fakultas Hukum UNIB dan Ketua DSI Wilayah Provinsi Bengkulu, adalah salah satu dari arbiter yang dilantik.

Presiden DSI, Prof. Sabela Gayo, menekankan pentingnya pelantikan ini dalam memperkuat penyelesaian sengketa di Indonesia. “Kami telah melatih 210 mediator bersertifikat dan terakreditasi di Provinsi Bengkulu, yang merupakan langkah signifikan dalam peningkatan efisiensi dan efektivitas penyelesaian sengketa,” ujar Prof. Gayo.

Pelatihan ini merupakan kerjasama antara DSI dan Institut Pengadaan Publik Indonesia (IPPI), diakui dan tersertifikasi oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia. Menurut Prof. Gayo, pelatihan mediasi yang telah diselenggarakan sebanyak 90 kali sejak Januari 2022 telah menghasilkan 3500 mediator di seluruh Indonesia.

Prof. Gayo juga menyoroti prestasi mediator alumni DSI dalam menyelesaikan sengketa dan mengharapkan para mediator baru di Bengkulu untuk segera mensosialisasikan keberadaan mereka agar mudah diakses oleh masyarakat yang membutuhkan.

Acara ini tidak hanya memperkuat kapasitas penyelesaian sengketa di Bengkulu tetapi juga menegaskan komitmen DSI dalam meningkatkan kualitas mediasi di Indonesia. ***

Pewarta: Agus

Editor: Yusuf

  • rica store

Berita Terkini