Skip to main content

Tangani Kenakalan Remaja, Pemprov Bengkulu Ajak Semua Elemen Berperan

Plt Gubernur Rosjonsyah saat menyampaikan sambutan dalam FGD terkait genk motor dan kenakalan remaja yang digelar Polda Bengkulu, Selasa (19/10/2024). (Agung-PenaRafflesia.Com)
Plt Gubernur Rosjonsyah saat menyampaikan sambutan dalam FGD terkait genk motor dan kenakalan remaja yang digelar Polda Bengkulu, Selasa (19/10/2024). (Agung-PenaRafflesia.Com)

Bengkulu - Dalam mengantisipasi dan menangani kenakalan remaja yang dewasa ini kian marak, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mengajak semua pihak berperan aktif.

Sebagaimana disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Dr. E. H. Rosjonsyah saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) yang digelar Polda Bengkulu, kenakalan remaja seperti halnya genk motor harus menjadi perhatian serius.

"Kita harus mencari solusi bersama, sehingga fenomena sosial ini bisa diminimalisir," katanya dalam FGD yang dipusatkan di Hotel Mercure, Selasa (29/10/2024).

Fenomena ini, menurut Rosjonsyah, bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah daerah (Pemda) saja, melainkan tanggung jawab bersama.

"Termasuk seluruh elemen masyarakat. Karena masalah sosial seperti ini perlu penanganan menyeluruh yang melibatkan sekolah, masyarakat dan aparat hukum," ujarnya.

Rosjonsyah berharap, melalui FGD dapat menggali atau memperoleh solusi dari berbagai perspektif, termasuk memperkuat Sistem Pengendalian Internal (SPI) di sekolah-sekolah. 

"Saya juga mengajak seluruh elemen dapat sinergi. Sehingga lingkungan yang aman dan kondusif bagi para remaja bisa terwujud, apalagi mereka merupakan generasi penerus bangsa," imbuh Rosjonsyah.

Ia juga mendorong agar sekolah dapat diberikan dukungan dalam menghadapi permasalahan ini, karena tanpa dukungan masyarakat dan aparat hukum apa yang diharapkan sulit tercapai. 

FGD
Plt Gubernur Rosjonsyah bersama FORKOPIMDA dan undangan lainnya saat menghadiri FGD terkait genk motor dan kenakalan remaja yang digelar Polda Bengkulu, Selasa (29/10/2024). (Agung-PenaRafflesia.Com)

"Pendidikan yang baik harus menjadi landasan utama dalam pembentukan karakter generasi penerus kita, dan peran ini ada di sekolah. Tapi tidak cukup dengan sekolah saja, lingkungan sosial juga harus berperan,” tambahnya.

Kapolda Bengkulu, Irjen Pol. Anwar memberikan perhatian khusus kepada para remaja yang berada dalam proses pencarian jati diri. Ia menyebutkan,  fenomena geng motor dan kenakalan remaja adalah gejala sosial yang memerlukan perhatian serius.

"Karena dapat berdampak negatif pada masyarakat. Remaja membutuhkan arah yang tepat dalam masa pencarian identitas diri mereka," ucapnya.

Tanpa arahan, mereka berpotensi terjebak dalam tindakan kriminal yang merugikan. Seperti perusakan fasilitas umum, yang sering kali berawal dari aktivitas genk motor. 

"Maka dari itu, kami menilai jika FGD ini menjadi wadah penting untuk merumuskan langkah-langkah konkret untuk mengatasi fenomena sosial seperti ini," lanjut Kapolda.

Kapolda berharap, FGD ini juga dapat menjadi momentum kolaborasi antara masyarakat, sekolah dan pemerintah dalam menekan perilaku menyimpang di kalangan remaja, seperti tawuran dan kekerasan fisik. 

“Saatnya kita memberikan perhatian khusus melalui nilai-nilai pendidikan etika dan akhlak yang baik. Kita juga harus mendukung kreativitas positif, dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan remaja,” singkat Anwar.

FGD tersebut juga dihadiri berbagai pejabat tinggi lainnya. Seperti Wakapolda Bengkulu Brigjen Pol Agus Salim, Pj Sekda Kota Bengkulu Eko Agusrianto, Ketua Pengadilan Tinggi Bengkulu Lilik Mulyadi.

Kemudian, Ketua MUI Rohimin serta perwakilan dari Kejaksaan Tinggi, Kemenag, Korem 041/Garuda Emas (Gamas), Danlanal, dan Forkopimda. Selain itu juga ada perwakilan sekolah seperti SMP, MAN, SMA,dan SMK di Provinsi Bengkulu. (prw)


Penulis : Agung J. || Redaktur: Fatmala

  • rica store

Berita Terkini