Berita Terkini
Penarafflesia.com - Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Suhardi, DS, mengungkapkan bahwa mayoritas pelaku UMKM di Bengkulu mengalami penurunan pendapatan yang signifikan bahkan sampai pada titik gulung tikar karena menurunnya daya beli selama dua tahun terakhir.
Namun, Suhardi, DS, juga menyatakan komitmennya untuk terus mendorong UMKM agar bangkit dari keterpurukan akibat pandemi. Dia menegaskan bahwa pemulihan ekonomi saat ini menjadi fokus utama, terutama dalam mengembalikan kondisi normal sebelum pandemi menghantam perekonomian Bengkulu.
Dalam upaya pemulihan ekonomi, Suhardi, DS, menjelaskan bahwa fokus komisi adalah pada inovasi di sektor ekonomi, terutama UMKM dan pariwisata yang juga terdampak.

Dia menyebutkan bahwa Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, telah mencanangkan upaya-upaya seperti peningkatan porsi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan bunga rendah untuk mendorong pemulihan ekonomi UMKM.
Rencana kedepan adalah menambah porsi KUR agar UMKM dapat lebih mudah mengakses kredit, dengan target peningkatan porsi kredit perbankan terhadap UMKM hingga mencapai 30 persen pada tahun 2024. Langkah ini diharapkan dapat menjadi dorongan bagi pemulihan ekonomi di Provinsi Bengkulu, di mana UMKM telah terbukti menjadi tulang punggung ekonomi yang kuat bahkan dalam situasi krisis.
Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah dan DPRD Provinsi Bengkulu dalam mendukung pelaku UMKM dan memperkuat ekonomi lokal, dengan harapan dapat membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat di tengah tantangan yang dihadapi. (Adv)