Berita Terkini
Penarafflesia.com - Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Tantawi Dali menuilai, progress pembebasan lahan menjadi kunci penting dalam kelanjutan pembangunan ruas jalan Tol Bengkulu-Lubuk Linggau Provinsi Sumatera Selatan.
Hal itu mengemuka pasca kunjungan kerja Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu ke Direktorat Jendral (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR RI.
"Sebagaimana kita ketahui, ruas jalan Tol Bengkulu-Lubuk Linggau itu total panjangnya sekitar 95,8 Kilo Meter (KM). Sementara yang baru selesai dibangun dan sudah dioperasikan, baru Bengkulu-Taba Penanjung (Bengtaba) sepanjang 17,6 KM. Jadi menyisakan sekitar 78,2 KM dari Taba Penanjung-Lubuk Linggau," ungkap Tantawi pada Kamis, (18/5/2023).
Menurutnya, terkait kelanjutan pembangunan jalan tol, pihaknya secara langsung telah berkonsoltasi ke Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR.
Dari konsultasi itu, pada tahun ini bakal dimulai proses pembebasan lahan untuk kelanjutkan pembangunan jalan tol tersebut.
Bahkan, jika tidak ada halangan pada tanggal 22 Mei ini, Dirjen Bina Marga berencana turun ke Bengkulu untuk memastikan trase kelanjutan pembangunan jalan TOL.
"Setelah trase benar-benar dipastikan barulah proses pembebasan lahan dilakukan," ujar Ketua Fraksi NasDem DPRD Provinsi Bengkulu ini.
Mengenai realisasi pembangunan lanjutan jalan Tol, Tantawi menyampaikan, baru dilakukan setelah proses pembahasan lahan rampung atau selesai. Misal dalam tahun ini pembebasan lahan selesai dilakukan, maka pembangunan langsung direalisasikan.
“Soal pembebasan lahan ini menjadi kunci penting kelanjutan pembangunan jalan Tol,” jelasnya.
Disamping itu juga pada saat kunjungan Dirjen Bina Marga, diakui, untuk memastikan apakah pembangunan lanjutan terutama pada sesi II dengan terowongan atau elevansi tanjakan, yang jelas untuk ruas jalan Tol Bengkulu-Lubuk Linggau ini secara keseluruhan clear sebelum tahun 2029 mendatang.
“Mudah-mudahan benar kelanjutan jalan tol Bengkulu-Lubuk Linggau ini,” tutup Tantawi. (Adv)
