Berita Terkini
MANNA – Sektor pertanian di Kabupaten Bengkulu Selatan terus menunjukkan taringnya di tingkat regional. Di bawah kepemimpinan Bupati Rifa'i Tajuddin, wilayah ini berhasil mengukuhkan posisi sebagai penghasil padi terbesar di seluruh Provinsi Bengkulu dengan dukungan luas hamparan sawah mencapai 7.800 hektar.
Rifa'i Tajuddin, mengungkapkan bahwa tren produktivitas padi di wilayahnya terus merangkak naik secara signifikan. Pada tahun 2024, hasil produksi mencapai 47.000 ton, dan pada tahun 2025 melonjak menjadi 58.000 ton.
"Jika kita lihat datanya, ada kenaikan persentase produksi sekitar 14 persen dari tahun 2024 ke 2025. Ini membuktikan bahwa Bengkulu Selatan adalah lumbung padi utama di provinsi ini," ujar Rifa'i beberapa waktu lalu.
Dijelaskannya, bahwa kunci dari peningkatan ini adalah optimalisasi lahan yang tepat sasaran. Melalui program Optimasi Lahan (Opla), seluas 1.700 hektar lahan yang menjadi target kini sudah dilakukan penanaman kembali secara menyeluruh.
Tak hanya berhenti di situ, Bupati Bengkulu Selatan juga tengah menyiapkan strategi untuk memacu hasil panen lebih maksimal dengan memanfaatkan faktor alam.
"Untuk program Opla, dari 1.700 hektar lahan sudah kita lakukan tanam kembali. Seandainya nanti pada bulan Agustus cuaca masih ada hujan, maka kita akan instruksikan untuk tanam tiga kali dalam setahun," tambahnya.
Langkah berani untuk menerapkan pola tanam tiga kali setahun ini diharapkan dapat semakin memperkuat ketahanan pangan daerah dan meningkatkan kesejahteraan para petani di Bengkulu Selatan. Dengan luas sawah yang mencapai 7.800 hektar, efisiensi manajemen air dan pemanfaatan cuaca menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam mempertahankan predikat sebagai produsen padi nomor satu di Bumi Merah Putih.(beb)