Berita Terkini
Penaraflesia.com - Pemerintah Provinsi Bengkulu meminta Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Bengkulu untuk memberikan kemudahan dalam program rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Hal ini disampaikan oleh Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Bidang Perekonomian dan Pembangunan Daerah, Raden Ahmad Denny, dalam rapat kerja dengan APERSI Bengkulu dan pemaparan program kerja Ketua APERSI Bengkulu di Mercure, pada Selasa (9/7).
Denny menyampaikan bahwa meskipun pengembang rumah murah telah menerapkan langkah-langkah strategis, masih ada beberapa persoalan yang perlu diselesaikan.
Persoalan tersebut antara lain bangunan yang baru beberapa tahun sudah memudar warnanya dan penggunaan bahan bangunan yang tidak sesuai standar.
Denny menekankan bahwa perlu perhatian serius terhadap kualitas hunian yang disediakan, karena ini adalah tempat tinggal bagi masyarakat.

Meningkatnya jumlah penduduk di Provinsi Bengkulu dan membuka akses ke provinsi tetangga dikhawatirkan akan meningkatkan kebutuhan hunian.
Oleh karena itu, sinergi antara APERSI, BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat perlu ditingkatkan untuk mendukung program hunian murah berkualitas.
Ketua Umum APERSI Bengkulu, Junaidi Abdillah, menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan semua pihak terkait dalam mewujudkan program ini.
Saat ini, terdapat 46 pengembang di Bengkulu yang terlibat dalam program rumah murah. (Adv)