Skip to main content

Dukung Ketahanan Pangan, Dansatgas TMMD 129 Bojonegoro Sambangi UMKM Telur Asin di Desa Kesongo

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, memanfaatkan sela-sela peninjauan pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026 dengan mengunjungi UMKM Telur Asin Pak Babhin di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (22/7/2026).
Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, memanfaatkan sela-sela peninjauan pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026 dengan mengunjungi UMKM Telur Asin Pak Babhin di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (22/7/2026).

BOJONEGORO – Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, memanfaatkan sela-sela peninjauan pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026 dengan mengunjungi UMKM Telur Asin Pak Babhin di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (22/7/2026).

UMKM yang dikelola Aiptu Hartono, anggota Polsek Kedungadem, bersama istrinya Hartini, dinilai menjadi salah satu pelaku usaha yang berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyediaan telur asin berkualitas.

Dalam kunjungannya, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto meninjau secara langsung proses produksi telur asin, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengasinan, pengemasan hingga pemasaran produk. Ia juga berdialog dengan pemilik usaha mengenai perjalanan bisnis, tantangan yang dihadapi, serta peluang pengembangan usaha ke depan.

Dansatgas memberikan apresiasi atas konsistensi pelaku UMKM dalam menjaga kualitas produk serta mendorong agar usaha tersebut terus berkembang dan mampu memperluas jangkauan pemasaran.

Aiptu Hartono menjelaskan bahwa UMKM Telur Asin Pak Babhin telah dirintis bersama istrinya sejak tahun 2010 dan kini telah memiliki berbagai legalitas usaha, termasuk sertifikat halal, sehingga produknya semakin dipercaya masyarakat.

"Alhamdulillah usaha Telur Asin Pak Babhin kami rintis sejak tahun 2010 bersama istri. Seluruh perizinan sudah kami lengkapi, termasuk sertifikat halal. Saat ini telur asin produksi kami juga menjadi salah satu pemasok untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG)," ujar Aiptu Hartono.

Meski telah dipercaya menjadi salah satu pemasok kebutuhan MBG, ia mengakui penjualan saat ini mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya. Saat ini, rata-rata penjualan berkisar antara 100 hingga 150 butir telur asin per hari.

"Kami tetap berusaha menjaga kualitas produk agar kepercayaan pelanggan tetap terjaga. Harapan kami, usaha ini bisa terus berkembang dan penjualan kembali meningkat," tambahnya.

Menurut Aiptu Hartono, kualitas menjadi faktor utama yang selalu dijaga, mulai dari pemilihan telur, proses pengasinan, hingga pengemasan, sehingga menghasilkan produk yang higienis, aman dikonsumsi, dan memenuhi standar kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto mengapresiasi semangat kewirausahaan yang ditunjukkan Aiptu Hartono di tengah tugasnya sebagai anggota Polri. Menurutnya, dedikasi tersebut menjadi contoh bahwa aparat negara juga dapat berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha produktif.

Ia berharap UMKM Telur Asin Pak Babhin terus meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan pemasaran, serta mampu membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

Selain itu, Dansatgas menilai keberadaan UMKM pangan seperti ini memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis melalui penyediaan produk lokal yang berkualitas.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto turut memborong sejumlah telur asin hasil produksi UMKM Telur Asin Pak Babhin. Langkah tersebut menjadi simbol apresiasi terhadap kualitas produk lokal sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk semakin mencintai dan menggunakan hasil karya pelaku UMKM daerah.

Melalui kunjungan tersebut, Program TMMD ke-129 kembali menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan pelaku UMKM diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Bojonegoro.

  • rica store

Berita Terkini