Berita Terkini
Bengkulu - Penlok pengerukan alur muara Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengkulu dan Kolam Retensi merupakan hal penting untuk menyelesaikan permasalahan banjir di wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kota Bengkulu.
Hal ini ditegaskan oleh Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah pada Forum Group Discussion (FGD) "Mencari Solusi Bersama Tuntaskan Persoalan Banjir di Bengkulu" yang diselenggarakan oleh Lembaga Edukasi dan Kajian Daerah (LEKAD) dan Forum Peduli Rakyat Bengkulu (FPRB).
FGD ini sangat penting untuk menetapkan studi kelayakan yang menjadi salah satu syarat penlok yang dibutuhkan nantinya.

Gubernur Rohidin menjelaskan bahwa penentuan lokasi baru akan mengikat Balai Wilayah Sungai (BWS) VII, Pemkot Bengkulu, dan Pemprov Bengkulu. BWS juga menjanjikan untuk menyiapkan anggaran pengerukan alur muara, namun penlok harus disiapkan terlebih dahulu.
Gubernur Rohidin menyatakan bahwa Pemprov Bengkulu telah menyiapkan dokumen perencanaan pengelolaan alur DAS Bengkulu sejak tahun 2017, dan kini harus dikerjakan secara bersama-sama.
Menurut Presiden Direktur LEKAD Frentindo, FGD ini menjadi hasil pengkajian yang dilakukan selama ini. Namun, masih membutuhkan penguatan data dan fakta sehingga bisa menjadi acuan dalam penlok nantinya.
LEKAD dan FPRB bersama dengan pemerintah siap berkolaborasi dalam upaya menuntaskan banjir Bengkulu, dan tahapan akan dilakukan bersama-sama sesuai dengan tupoksi masing-masing. (zul/don)