Skip to main content

Bank Fadhilah Bengkulu Cetak Laba Rp500 Juta, Siapkan Inovasi Wakaf untuk Dorong Ekonomi Umat

Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi saat diwawancarai setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025,  (5/3/2026).
Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi saat diwawancarai setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025, (5/3/2026).

Bengkulu - Bank Fadhilah Kota Bengkulu sukses menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 pada Kamis malam (5/3/2026). Rapat strategis ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Bengkulu Dr. Dedy Wahyudi, S.E., M.M. selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP).

Turut hadir dalam agenda tersebut Plt Sekda Kota Bengkulu Medy Pebriansa, jajaran direksi yang dipimpin Direktur Utama Bank Fadhilah Dendy Prasetya, serta Dewan Pengawas.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Bengkulu memberikan apresiasi terhadap kinerja positif bank milik daerah tersebut. Berdasarkan hasil audit akuntan publik, Bank Fadhilah dinyatakan dalam kondisi sehat dan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp500 juta pada tahun buku 2025.

Keuntungan tersebut telah disetorkan kepada Pemerintah Kota Bengkulu sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Sebagai bank yang relatif baru, capaian ini menjadi sinyal yang sangat positif. Bank Fadhilah mampu eksis dan bersaing di tengah ketatnya kompetisi industri perbankan,” ujar Dedy Wahyudi.

Meski menunjukkan tren pertumbuhan yang baik, Wali Kota mengingatkan jajaran direksi agar tidak cepat berpuas diri. Ia menekankan pentingnya menjaga efisiensi di tengah kondisi ekonomi global yang masih berfluktuasi.

Menurutnya, pengelolaan keuangan yang efisien harus tetap menjadi prioritas, sejalan dengan kebijakan penghematan yang saat ini juga dijalankan oleh Pemerintah Kota Bengkulu.

Dalam RUPS tersebut, Bank Fadhilah juga menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat pertumbuhan ke depan melalui inovasi produk berbasis wakaf.

Ada dua skema yang disiapkan:

1. Wakaf Abadi

Nasabah dapat mewakafkan dana, misalnya Rp1 juta, yang akan dikelola oleh Bank Fadhilah dan disalurkan secara permanen kepada penerima manfaat yang berhak.

2. Wakaf Temporer (Kontemporer)

Nasabah dapat membuka rekening tabungan wakaf dengan nominal tertentu dalam jangka waktu tertentu, yang manfaatnya akan disalurkan selama periode tersebut.

“Kami optimistis Bank Fadhilah akan tetap menjadi pilihan utama masyarakat Kota Bengkulu untuk menabung dan berinvestasi. Dengan produk wakaf ini, bank tidak hanya berorientasi profit, tetapi juga menjadi sarana ibadah bagi nasabah,” tambah Dedy.

Pemerintah Kota Bengkulu berharap inovasi berbasis keuangan sosial ini dapat memperluas basis nasabah sekaligus memperkuat ekonomi umat di Bumi Merah Putih.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Fadhilah Dendy Prasetya mengungkapkan bahwa selain mencatat laba bersih Rp500 juta, bank juga mencatat pertumbuhan yang signifikan di berbagai sektor.

“Pertumbuhan aset mencapai sekitar 30 persen, simpanan juga tumbuh di kisaran 30 persen, dan pembiayaan meningkat sekitar 24 persen. Artinya secara keseluruhan bank terus mengalami pertumbuhan positif,” jelasnya.

Menurut Dendy, peningkatan kinerja tersebut juga berdampak pada setoran PAD kepada Pemerintah Kota Bengkulu yang meningkat dari sebelumnya sekitar Rp400 juta, kini menjadi Rp500 juta.

Ia menegaskan pihaknya siap menjalankan seluruh arahan dan pesan yang disampaikan Wali Kota Bengkulu selaku pemegang saham pengendali.

“Kami siap melaksanakan semua arahan yang telah disampaikan, terutama dalam menjaga kinerja bank agar terus tumbuh dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tutupnya. (*)

  • rica store

Berita Terkini