Skip to main content

TMMD ke-129 Bojonegoro Dorong Lahirnya Wirausaha Desa, Potensi Pertanian Kesongo Siap Tembus Pasar Digital

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi masyarakat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi masyarakat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

BOJONEGORO – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi masyarakat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan Wirausaha Baru Kejuruan Pengolahan Hasil Pertanian yang digelar Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker). Kegiatan yang berlangsung selama lima hari di Balai Desa Kesongo, mulai 27 hingga 31 Juli 2026, menjadi bagian dari sasaran nonfisik TMMD yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

Sebanyak 20 peserta, yang sebagian besar merupakan generasi muda desa, mengikuti pelatihan hasil kolaborasi Disperinaker dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) P4 SKJ. Mereka memperoleh pembekalan mulai dari teknik pengolahan hasil pertanian yang memenuhi standar kebersihan, inovasi produk, teknik pengemasan modern, hingga strategi pemasaran berbasis digital.

Kepala Disperinaker Kabupaten Bojonegoro, Mahmudi, mengatakan bahwa pelatihan tersebut dirancang untuk menciptakan pelaku usaha baru yang mampu mengembangkan potensi daerah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing.

Menurutnya, keberhasilan program tidak diukur dari selesainya proses pelatihan, melainkan dari lahirnya usaha-usaha baru yang mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar.

"Harapan kami, peserta tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi mampu mengaplikasikan keterampilannya dengan membuka usaha secara mandiri maupun memasuki dunia kerja sesuai kompetensi yang dimiliki," ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan program, Disperinaker juga menyiapkan pendampingan bagi para peserta setelah pelatihan selesai. Pendampingan tersebut meliputi pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), legalitas usaha, pendaftaran merek dagang, hingga fasilitasi untuk bergabung dengan Asosiasi Industri Kecil Menengah (IKM) Kabupaten Bojonegoro.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat dari sekitar 22 ribu pelaku IKM di Bojonegoro, baru sekitar 2.300 yang telah memperoleh pembinaan secara intensif. Melalui pendampingan itu, para peserta diharapkan memiliki akses yang lebih luas terhadap pengembangan usaha, jaringan pemasaran, serta peningkatan kapasitas bisnis.

Camat Kedungadem, Sahlan, menilai pelatihan tersebut menjadi momentum bagi generasi muda untuk mengoptimalkan potensi pertanian desa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Menurutnya, perkembangan teknologi digital membuka peluang yang semakin besar bagi pelaku UMKM desa untuk memasarkan produknya tanpa dibatasi wilayah.

Ia optimistis, apabila kualitas produk, kemasan, dan strategi pemasaran terus ditingkatkan, produk-produk lokal Desa Kesongo memiliki peluang bersaing di pasar yang lebih luas sekaligus mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Sementara itu, Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan TMMD.

Selain mengerjakan berbagai sasaran fisik seperti pembangunan jalan, rehabilitasi sekolah, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), hingga normalisasi saluran air, TMMD juga memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kapasitas masyarakat agar hasil pembangunan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.

"TMMD hadir untuk membangun desa secara menyeluruh. Selain menghadirkan pembangunan fisik, kami juga ingin membangun masyarakat yang mandiri, produktif, dan memiliki kemampuan menciptakan peluang usaha di lingkungannya sendiri. Sinergi bersama Disperinaker menjadi langkah strategis dalam mewujudkan tujuan tersebut," kata Lettu Ckm Purnomo.

Melalui kolaborasi antara TNI, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, pemerintah desa, serta berbagai pemangku kepentingan, program pelatihan kewirausahaan ini diharapkan mampu melahirkan pelaku UMKM baru berbasis potensi lokal. Dengan demikian, hasil pembangunan TMMD tidak hanya terlihat dari infrastruktur yang berdiri, tetapi juga dari tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat Desa Kesongo yang siap menembus pasar digital.

  • rica store

Berita Terkini