Skip to main content

Tiga Jembatan Perintis Mulai Dibangun, Harapan Baru Warga Bengkulu Tengah Segera Terhubung

Program Jembatan Perintis Tahap V dan VI resmi dimulai, Jumat (6/6).
Program Jembatan Perintis Tahap V dan VI resmi dimulai, Jumat (6/6).

Bengkulu Tengah - Harapan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah untuk menikmati akses transportasi yang lebih layak akhirnya mulai terwujud. Pembangunan tiga jembatan perintis yang menjadi bagian dari Program Jembatan Perintis Tahap V dan VI resmi dimulai, menandai langkah penting dalam membuka konektivitas dan mempercepat pembangunan desa.

Prosesi peletakan batu pertama (ground breaking) dilaksanakan di Desa Taba Pasemah, Kecamatan Talang Empat, Jumat (5/6/2026), sebagai simbol dimulainya pembangunan infrastruktur yang selama ini dinantikan masyarakat.

Tahun ini, Bengkulu Tengah memperoleh alokasi pembangunan di tiga titik strategis, yakni Jembatan Desa Taba Pasemah, Jembatan Desa Kertapati, dan Jembatan Desa Kertapati Mudik I. Ketiga jembatan tersebut diharapkan menjadi penghubung vital yang mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan pedesaan.

Ground breaking dipimpin langsung oleh Danrem 041/Gamas, Brigjen TNI Jatmiko Aryanto, S.E., M.Han., didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bengkulu, Drs. Khairil Anwar, M.Si., serta Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Bengkulu Tengah, Nurul Iwan Setiawan, M.Si.

Turut hadir Dandim 0407/KB, unsur Pemerintah Kota Bengkulu, Camat Talang Empat, para kepala desa, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen yang mendukung terlaksananya pembangunan tersebut.

Bagi masyarakat desa, kehadiran jembatan bukan sekadar infrastruktur fisik. Jembatan menjadi penghubung aktivitas ekonomi, akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga jalur distribusi hasil pertanian yang selama ini kerap terkendala kondisi medan dan keterbatasan sarana transportasi.

Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah berharap pembangunan jembatan perintis ini mampu mengurangi keterisolasian wilayah, mempercepat arus barang dan jasa, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan akses yang semakin terbuka, peluang ekonomi baru diyakini akan tumbuh dan memberi dampak langsung bagi kesejahteraan warga.

Program ini juga menjadi bukti kuat sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat hingga ke pelosok desa. Melalui kolaborasi tersebut, pembangunan tidak hanya membangun jembatan yang menghubungkan wilayah, tetapi juga menjembatani harapan masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik.

  • rica store

Berita Terkini