Skip to main content

Bupati Rifai Tajudin Skakmat Akun Palsu Terkait Isu TPP ASN Belum Cair

Bupati Kabupaten Bengkulu Selatan, Rifai Tajuddin
Bupati Kabupaten Bengkulu Selatan, Rifai Tajuddin

MANNA – Media sosial di lingkungan Kabupaten Bengkulu Selatan mendadak dihebohkan oleh interaksi terbuka antara Bupati Bengkulu Selatan, H. Rifai Tajudin, S.Sos, dengan sebuah akun Facebook yang diduga kuat sebagai akun palsu (fake account) bernama Thoyib Udin.

Meski berhadapan dengan akun anonim, Bupati memilih untuk langsung membalas komentar tersebut di media sosial demi memberikan transparansi dan meluruskan isu terkait Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN yang sedang menjadi sorotan publik.

Kegaduhan digital ini bermula saat akun Facebook Thoyib Udin menuliskan komentar bernada sindiran tajam di sebuah unggahan. Akun anonim tersebut mengklaim bahwa banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Selatan yang mengeluhkan hak keuangan mereka karena belum juga dicairkan.

"Banyak ASN Mengeluh TPP mrk belum cair2, sebelumnya pak bupati SDH koar2, pasti cair," tulis akun palsu tersebut.

Narasi yang dilemparkan akun ini berpotensi menggiring opini negatif di tengah masyarakat, seolah-olah pihak eksekutif sengaja menunda-nunda hak para abdi negara setelah sebelumnya sempat menjanjikan kepastian cair.

Menanggapi tudingan liar dari akun tanpa identitas asli itu, Bupati Bengkulu Selatan H. Rifai Tajudin secara mengejutkan membalasnya secara langsung lewat platform media sosial tersebut. 

Tanpa ragu, Bupati menegaskan bahwa proses pencairan anggaran TPP sama sekali tidak dihambat, asalkan organisasi perangkat daerah (OPD) maupun ASN yang bersangkutan telah memenuhi seluruh kelengkapan dokumen administrasi.

"Yang tidak bermasalah sudah cair, datang ke saya kita diskusikan negeri ini," balas Bupati Rifai Tajudin dalam kolom komentar.

Pernyataan lugas dari orang nomor satu di Bengkulu Selatan ini sekaligus berfungsi sebagai undangan terbuka bagi siapapun baik pemilik akun maupun ASN yang merasa proses pencairannya terkendala untuk datang berdialog secara sehat, langsung, dan berbasis data objektif di kantornya, ketimbang hanya melempar polemik anonim di ruang siber.

Aksi Bupati Rifai Tajudin yang meladeni akun palsu ini mendapat perhatian luas dari netizen dan pengamat kebijakan daerah.

Dari kacamata tata kelola pemerintahan moderen, langkah responsif ini sangat efektif untuk memutus rantai rumor negatif terkait pemerintahan dan Sikap Bupati mencerminkan gaya kepemimpinan yang terbuka terhadap kritik sekaligus menantang publik untuk berani berdiskusi secara jantan dan transparan.

Untuk diketahui hingga saat ini, Pemkab Bengkulu Selatan terus mempercepat sisa proses administrasi pencairan TPP bagi seluruh OPD yang telah melengkapi berkasnya. (beb)

  • rica store

Berita Terkini