Skip to main content

Anggota DPRD Provinsi Bengkulu-Dinas LHK Bentuk 45 Unit Bank Sampah

Audiensi Fasilitator Kader Lingkungan bersama Gubernur Bengkulu terkait persiapan peluncuran Bank Sampah di Kota Bengkulu di Gedung Daerah Balai Semarak Bengkulu, Kamis (16/11/2023).
Audiensi Fasilitator Kader Lingkungan bersama Gubernur Bengkulu terkait persiapan peluncuran Bank Sampah di Kota Bengkulu di Gedung Daerah Balai Semarak Bengkulu, Kamis (16/11/2023).

Penarafflesia.com - Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring SH, bersama Kader Lingkungan dan didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Bengkulu, berhasil mendirikan 54 titik Bank Sampah Unit (BSU).

Keberhasilan ini bermula dari banyaknya keluhan masyarakat Kota Bengkulu terkait masalah sampah. Inisiator proyek, Usin Abdisyah Putra Sembiring SH, merespons keluhan ini dengan gagasan untuk "Pilah, Pilih, dan Kelola Limbah" dengan membentuk Bank Sampah bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Provinsi Bengkulu.

"Ini menjadi persoalan saat kami melakukan reses. Seluruh titik reses saya mengalami keluhan terkait sampah. Terutama, kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tidak mencukupi lagi. Daya tampung kita sudah tidak mencukupi, dan ternyata banyak sampah di irigasi. Inilah alasan terbentuknya bank sampah ini," ujar Usin Abdisyah Putra Sembiring SH setelah melaksanakan Audiensi Fasilitator Kader Lingkungan bersama Gubernur Bengkulu terkait persiapan peluncuran Bank Sampah di Kota Bengkulu di Gedung Daerah Balai Semarak Bengkulu, Kamis (16/11/2023).

ADV

Usin Abdisyah Putra Sembiring SH menjelaskan bahwa program ini telah dimulai dua tahun sebelumnya dengan melakukan penyadaran kepada masyarakat Kota Bengkulu mengenai pemilihan, pemilahan, dan pengelolaan limbah sampah. Selanjutnya, proyek ini diimplementasikan pada 25 titik dan kemudian dideklarasikan, berkembang menjadi 54 kelompok.

"Kami berusaha mengubah pandangan bahwa sampah adalah limbah menjadi sumber pendapatan. Bagi kader lingkungan saat ini, kelompok rumah tangga tidak lagi membuang sampah sembarangan karena mereka menyadari bahwa sampah dapat dikelola. Inilah awal dari terbentuknya Bank Sampah," terang Usin.

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, setelah menerima Audiensi Fasilitator Kader Lingkungan, menyatakan perlunya keseriusan dan pemahaman yang benar terkait pengelolaan sampah agar menjadi menguntungkan bagi masyarakat.

"Masyarakat perlu dididik agar mampu melakukan upaya pemberdayaan, sehingga pengelolaan sampah yang awalnya menjadi masalah dapat berubah menjadi menguntungkan. Ini adalah perubahan yang sangat mendasar, tetapi tidak mudah. Diperlukan keseriusan dan pemahaman yang benar tentang tindakan yang harus diambil," ungkap Rohidin. (Adv)

Tags
  • rica store

Berita Terkini