Adrian Wahyudi: Perlu Upaya Serius Pelestarian KaGaNga
Penarafflesia.com - Aksara KAGANGA, yang merupakan simbol peradaban suku-suku di Bengkulu, menjadi fokus upaya pelestarian. Aksara ini disebut KAGANGA karena tiga huruf pertama dalam huruf kuno tersebut adalah Ka Ga dan Nga, dan digunakan oleh Suku Rejang, Basemah, dan kelompok etnis lainnya.
Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Adrian Wahyudi, menekankan perlunya upaya serius untuk melestarikan Kaganga, dengan mengintegrasikan pembelajaran di sekolah-sekolah. Selain itu, perlombaan menulis dan membaca aksara daerah diakui sebagai langkah positif, dan Adrian memberikan apresiasi khusus kepada Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang yang secara rutin menggelar lomba tersebut.

"Perlu ekosistem yang kuat untuk mendukung agar huruf ini tidak hanya berakhir di museum. Dukungan dari sektor pemerintah, pendidikan, dan keseriusan para pegiat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan pelestarian," ungkapnya (15/11).
Adrian Wahyudi, yang merupakan Anggota DPRD Provinsi dari daerah pemilihan Kabupaten Rejang Lebong dan Lebong, juga memberikan dorongan agar para ahli terus berupaya untuk menjaga dan menggali misteri seputar huruf Kaganga di Bengkulu.
"Dengan langkah ini, kita dapat mengetahui lebih banyak tentang Kaganga," tambah Adrian. (ADV)
