Berita Terkini
Bengkulu - Kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Bengkulu langsung direspons cepat oleh Pemerintah Kota bersama aparat kepolisian.
Untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan, Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi turun langsung meninjau sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) didampingi jajaran Polresta Bengkulu, Jumat (6/3/).
Peninjauan ini dilakukan guna memastikan pasokan BBM tetap stabil sekaligus meredam kekhawatiran masyarakat yang mulai muncul dalam beberapa hari terakhir.
Dihadapan awak media, Walikota menegaskan bahwa stok BBM di Kota Bengkulu saat ini masih dalam kondisi aman dan terkendali. Berdasarkan hasil pemantauan di beberapa SPBU, ketersediaan bahan bakar di tangki penyimpanan masih cukup untuk memenuhi kebutuhan warga.
“Dari hasil pengecekan tadi, ada yang masih menyimpan stok 11 ton, ada juga sekitar 8 ton. Kalaupun nanti habis, distribusi pasokan baru akan langsung masuk. Jadi kami minta masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi sampai melakukan panic buying,” ujar Dedy.
Selain memastikan stok tetap tersedia, pemerintah juga memberi peringatan tegas kepada oknum yang mencoba memanfaatkan situasi dengan menimbun BBM. Pengawasan akan diperketat untuk mencegah praktik pengisian berulang yang berpotensi merugikan masyarakat.

Kapolresta Bengkulu, Rahmad Hidayat, menegaskan pihaknya siap mengambil tindakan hukum terhadap siapa pun yang terbukti melakukan penimbunan atau pengisian berulang untuk kepentingan tertentu.
“Kami minta pengelola SPBU lebih waspada. Jika ada mobil atau orang yang sama bolak-balik mengisi BBM, segera laporkan ke call center Polri di 110. Kami akan menempatkan anggota untuk berpatroli, memastikan antrean tertib, sekaligus menindak tegas pelaku yang mencoba mencari keuntungan dalam situasi seperti ini,” tegasnya.
Peninjauan mendadak ini merupakan hasil koordinasi cepat antara Pemerintah Kota Bengkulu dengan Pemerintah Provinsi guna menjaga situasi tetap kondusif di tengah masyarakat.
Menurut Walikota, sinergi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan mulai dari tingkat kota hingga Polda menjadi kunci untuk menjaga stabilitas serta kenyamanan publik.
“Kami pastikan ketersediaan BBM aman. Pemerintah menjamin itu. Selama masyarakat membeli sesuai kebutuhan dan tidak panik, kondisi akan tetap normal,” tutup Dedy.
Sementara itu, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti antrean secara tertib, serta tidak terpancing isu yang dapat memicu kepanikan. Pengawasan di sejumlah SPBU akan diperketat selama 24 jam guna memastikan distribusi BBM berjalan lancar tanpa adanya praktik kecurangan. (adv)