Skip to main content

Puncak Panen Di Kaur!! Harga Komoditas Cengkeh Anjlok Parah

Salah satu lahan cengkeh milik warga di kecamatan Maje yang belum di panen, Selasa (23/07/2024)
Salah satu lahan cengkeh milik warga di kecamatan Maje yang belum di panen, Selasa (23/07/2024)

Penarafflesia.com – Kabupaten kaur pada saat ini puncak musim panen cengkeh di berbagai lahan pertanian milik warga. Panen ini diprediksi berlangsung hingga akhir Agustus mendatang.

Terpantau harga jual komoditas cengkeh di tingkat petani pada beberapa Minggu lalu berkisar Rp110 ribu-Rp125 ribu per Kilogram (Kg). Namun dalam beberapa hari ini harga komoditas cengkeh anjlok parah hingga Rp 70 ribu-75 ribu per Kg.

Penurunan harga cengkeh sendiri dipicu karena banyaknya cengkeh yang sudah mulai di jual masyarakat dan menjelang hari besar seperti 17 Agustus.

Salah satu bos cengkeh di kecamatan Maje Lukman mengatakan, masyarakat kaur pada saat ini dalam puncak panen raya apalagi menjelang hari besar 17 Agustus.

“Kemungkinan harga akan kembali normal dalam beberapa Minggu kedepan,” ucapnya.

Penurunan harga jual komoditas cengkeh ini tidak terjadi di kabupaten kaur saja namun terjadi di provinsi Lampung hingga di kota Bengkulu sendiri.

“Harga turun dari pusatnya kami sebagai mengepul hanya mengikuti harga pasar di pusat,” katanya.

Salah satu petani di kecamatan Nasal Sopian berharap, dengan turun harga jual komoditas cengkeh ini tidak terlalu lama sehingga dapat stabil seperti beberapa Minggu lalu.

“Harapannya harga jual cengkeh ditingkat petani kembali stabil. Karena masa proses panen cengkeh terbilang lama dan rumit. Apalagi menurutnya, kualitas dan kuantitas cengkeh di Kecamatan Nasal ini cukup bagus. Sehingga pengepul atau penampung perlunya menjaga kestabilan harga jual cengkeh,” pungkasnya.

(Ahlan)

 

  • rica store

Berita Terkini