Skip to main content

Jembatan Darurat, Viral di Medsos Pemkab Bengkulu Utara Baru Tinjau Lokasi

 Ketegangan sempat mewarnai kehadiran tim Dinas PU Bengkulu Utara saat melaksanakan peninjauan terhadap kerusakan jembatan di Desa Air Putih, Kecamatan Marga Sakti Sebelat  pada Senin (28/8) siang
Ketegangan sempat mewarnai kehadiran tim Dinas PU Bengkulu Utara saat melaksanakan peninjauan terhadap kerusakan jembatan di Desa Air Putih, Kecamatan Marga Sakti Sebelat  pada Senin (28/8) siang

Penarafflesia.com, Bengkulu Utara - Ketegangan sempat mewarnai kehadiran tim Dinas PU Bengkulu Utara saat melaksanakan peninjauan terhadap kerusakan jembatan di Desa Air Putih, Kecamatan Marga Sakti Sebelat  pada Senin (28/8) siang, tadi.

Diketahui, ketegangan yang sempat melibatkan tim Dinas PU Bengkulu Utara, Camat, managemen PT Alno itu sempat dihujani protes oleh masyarakat.

Diduga, ketegangan antara beberapa pihak itu terjadi akibat sikap pemerintah yang mempersoalkan tindakan darurat yang dilakukan oleh managemen PT Alno dalam memperbaiki kerusakan jembatan di Desa Air Putih yang dituntut harus memiliki izin dari pihak pemilik aset dalam hal ini adalah Dinas PU Provinsi Bengkulu.

Di sisi lain, masyarakat di Desa Air Putih menghendaki penanganan terhadap kerusakan jembatan, itu agar segera dilakukan. Karena sejak jembatan tersebut rusak, tidak hanya kepentingan perusahaan saja yang dirugikan. Kepentingan umum masyarakat juga ikut terganggu.

Menyikapi situasi, ini Camat setempat, Danang Harjuanto, SE, menjelaskan, bahwa sebelumnya pemerintah kecamatan sudah berusaha melaporkan kerusakan akses jembatan di Desa Air Putih yang menjadi kewenangan Pemprov Bengkulu, ini kepada Bengkulu Utara.

Dan laporan tersebut, kata Camat, telah direspon Bupati Bengkulu Utara dengan mengirimkan tim dari Dinas PUPR Bengkulu Utara guna mengecek kondisi kerusakan jembatan dilapangan.

"Saat kita cek ke lokasi, PT Alno telah siap untuk membantu perbaikan jembatan tersebut. Dalam situasi, itu masyarakat sempat bergerak menyampaikan aspirasi ke Camat dan tim dari Dinas PUPR Bengkulu Utara tentang bagai mana kondisi jembatan di Air Putih ini bisa menjadi lebih baik. Dan dalam hal, ini mereka (masyarakat) meminta agar pemerintah kecamatan mengizinkan PT Alno memperbaiki jembatan tersebut," ungkap Camat.

Ditambahkan Camat, pada prinsipnya, tanggung jawab atau kewenangan untuk memperbaiki jembatan ini adalah Pemprov Bengkulu. Namun, masih Camat, masyarakat tetap mendesak Camat agar tetap mengizinkan PT Alno untuk memperbaiki jembatan tersebut.

"Kita berikan pandangan. Bahwa pada dasarnya jembatan ini adalah kewenangan Pemprov Bengkulu. Namun situasi yang kita hadapi saat, ini dalam kondisi darurat dan jalan ini merupakan jalan poros yang intensitas kebutuhan masyarakat cukup tinggi. Maka tindakan darurat tetap perlu dilakukan," imbuhnya.

Kendati demikian, Camat, tetap meminta kepada pihak perusahaan untuk berkoordinasi dengan dinas terkait di Pemprov Bengkulu. Agar tindakan-tindakan darurat yang memang harus disegerakan saat, ini dapat diterima oleh semua pihak.

"Tindakan darurat sangat perlu dan penting dalam situasi ini. Karena terkait kebutuhan masyarakat. Dan sangat mempengaruhi hajat hidup orang banyak. Jadi tindakan darurat sangat diperlukan, agar jembatan ini bisa dilewati kembali," tandas Camat.

Terpisah managemen PT Alno melalui Humasnya, Irwan, menegaskan, bahwa upaya yang sedang dilakukan oleh perusahaan dalam menyikapi kerusakan jembatan di Desa Air Putih, ini adalah tindakan darurat atas dasar tanggung jawab sosial perusahaan terhadap kepentingan masyarakat dan atas dasar desakan masyarakat yang mengharapkan agar kerusakan jembatan yang terjadi saat ini segera diperbaiki dan aktivitas masyarakat bisa kembali normal.

"Semua tindakan yang kita lakukan hari, ini sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan ke masyarakat. Di sisi lain, masyarakat juga mendesak agar jembatan yang rusak ini segera diperbaiki supaya aktivitas masyarakat kembali normal," ungkapnya.

Selebihnya, Irwan menambahkan, bahwa koordinasi antara perusahaan dengan jajaran terkait di lingkungan Pemprov Bengkulu selaku penanggung jawab aset bangunan sudah sering dilakukan.

"Kita dari perusahaan sudah sering berkoordinasi dengan pihak terkait di jajaran Pemprov Bengkulu. Namun terkait tindakan darurat yang kita upayakan terhadap jembatan di Desa Air Putih, ini kita juga akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait di jajaran pemerintah. Bahkan sampai sore, ini kita masih menunggu kedatangan dari Kepala Dinas PU ke lokasi. Sembari kami dibantu dengan masyarakat tetap berusaha mengerjakan penanganan darurat yang bisa kita lakukan," demikian Irwan.

 

Editor: Fatmala

  • rica store

Berita Terkini